Dwilingga
(perulangan penuh), dwilingga yang suku kata pertamanya berawal
vokal sedang suku kata kedua berakhir dengan konsonan (sigeg) maka
penulisannya -lihat contoh-
Dwiwasana
(perulangan di belakang)
Tembung
Jamboran (kata majemuk)
dua kata atau lebih yang digabung menjadi satu.
apabila suku akhir dari kata pertama konsonan dan suku pertama dari kata kedua
vokal, penulisan suku kata pertama dari kata kedua bukan konsonan
rangkap.
Sumber
: Dra. Suwarni. S, Tuntunan Menulis Huruf Jawa, Penerbit
dan Percetakan SAHABAT ,
Klaten, Jawa Tengah